Prodi Statistika Peroleh Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM KemDikbud

Prodi Statistika Peroleh Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi MBKM KemDikbud

Seteleh pada tahun 2020 dua program studi di IST AKPRIND yaitu program studi Teknik Industri dan Teknik Lingkungan berhak atas Program Bantuan Kerjasama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, pada tahun 2021 ini kembali terdapat dua program studi yang berhak mendapatkan program bantuan kegiatan serupa. Melalui surat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Nomor : 1575/E2/DM.00.01/2021 perihal : Pengumuman Penerima Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, dinyatakan bahwa program studi Statistika dan Teknik Kimia berhak mendapatkan program bantuan bernilai ratusan juta rupiah tersebut. Hal tersebut setelah Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan melaksanakan penilaian proposal Program Bantuan Kerja Sama Kurikulum dan Implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang dikirimkan oleh IST AKPRIND. Hal ini merupakan bukti nyata Jurusan Statistika terus mengembangkan kurikulum untuk meningkatkan saya saing lulusan. Lebih membanggakan lagi adalah Prodi Statistika menjadi salah satu dari 582 Prodi (189 PT) yang lolos dan bersaing dengan 1.266 Prodi yang mengusulkan proposal tersebut.

Merdeka Belajar – Kampus Merdeka merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka menyiapkan lulusan yang tangguh dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan teknologi yang semakin berkembang dengan pesat di era revolusi industri 4.0. Dimana kompetensi mahasiswa harus semakin diperkuat sesuai dengan perkembangan yang ada. Sehingga diperlukan adanya link and match antara lulusan pendidikan tinggi bukan hanya dengan dunia usaha dan dunia industri saja tetapi juga dengan masa depan yang semakin cepat mengalami perubahan.

Kebijakan MBKM akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui beberapa kegiatan pembelajaran di antaranya pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, riset, proyek independen, kegiatan wirausaha, proyek kemanusiaan, mengajar di sekolah, dan proyek di desa/kuliah kerja nyata tematik. Sementara Perguruan Tinggi juga dituntut untuk menyusun target dan mengembangkan program untuk pencapaian delapan Indeks Kinerja Utama (IKU) yaitu kesiapan kerja lulusan, mahasiswa di luar kampus, Dosen di luar kampus, Persentase dosen tetap, Persentase dosen tetap, penerapan riset dosen, kemitraan akademik, pembelajaran kelas, dan akreditasi Internasional.