Dies-AKPRIND-1

Empat puluh tujuh tahun sudah IST AKPRIND berdiri, tantangan dan beban ke depan semakin berat dan sulit, hanya akan dapat dihadapi dengan baik jika IST AKPRIND secara terus menerus melakukan perubahan dan perbaikan sistem kinerjanya. Peningkatan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan IST AKPRIND. Demikian disampaikan oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., dihadapan tamu undangan dalam rangka peringatan Dies Natalis ke 47, di Auditorium IST AKPRIND, Senin (13/5).

Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta sebagai sebuah perguruan tinggi berusaha memberikan pendidikan yang mengedepankan penguasaan pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan bangsa dan Negara. Salah satu tujuan IST AKPRIND Yogyakarta adalah mencetak sarjana dan ahli madya sains dan teknologi yang berjiwa entrepreneur (kewirausahaan) dan memiliki karakter disiplin, jujur, bermoral dan kompeten dibidangnya. Cita-cita IST AKPRIND Yogyakarta telah sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dekade ini. Rekktor menambahkan kombinasi dunia siber dan fisik menuntut tenaga kerja mampu menganalisa data serta menilai kualitas dan bias data. Penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan pembelajaran yang baik akan menciptakan inovasi-inovasi teknologi dan berbagai program kreativitas mahasiswa. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu dikedepankan demi menciptakan lulusan yang handal dan dapat bersaing secara nasional maupun internasional. Revolusi Industri 4.0 tentu juga memberikan permasalahan baru bagi dunia pendidikan khususnya PT, teknologi yang terbentuk berbasis pengembangan sudah tidak mencukupi untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 menuntut pekerja yang bekerja keras, berpendidikan mandiri dengan inisiatif untuk mengatur waktu dan pekerjaannya.

Dunia pendidikan khususnya Pendidikan Tinggi menjadi tumpuan dalam salah satu strategi nasional, khususnya Peningkatan Kualitas SDM. Imbas dari Revolusi Industri 4.0 dimana didominasi komunikasi telah menciptakan Era Disrupsi Teknologi, yang secara harfiah dimaknai dengan perubahan cara menggunakan teknologi. Intan Ahmad (profesor ITB) sewaktu menjabat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (2016-2018), menjabarkan beberapa kebijakan yang telah diambil yaitu: Reorientasi Kurikulum (Literasi Baru, Entrpreneurship, Internship), Hybrid Learning Online, Life-long Learning, dan GEN-RI 4.0 (General Education dan Kompetensi Revolusi Industri 4.0). Beliau menekankan pentingnya reorientasi kurikulum pada Rakernas Ristekdikti 2018, dimana Literasi Lama (membaca, menulis, dan matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat tidak cukup memadai lagi. Lulusan harus lebih kompetitif, untuk itu diperlukan Literasi Baru meliputi Literasi Data yaitu kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi di dunia digital, Literasi Teknologi yaitu memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, dan enginering principles), dan Literasi Manusia yaitu humanitas, komunikasi dan desain (leadership, team work, cultural agility, entrepreneurship). (tdj)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here